MADIUN – Persaingan bisnis kuliner di Kota Madiun semakin berkembang dengan hadirnya berbagai konsep usaha yang menawarkan keunikan tersendiri. Salah satunya Warung Oregano yang mengusung konsep sajian bergaya Eropa dengan harga terjangkau, sekaligus menjadi sarana praktik kerja bagi peserta didik di bidang kuliner.
Berlokasi di Jalan Abdurrahman Saleh, Kota Madiun, Warung Oregano menawarkan beragam menu bercita rasa Eropa dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp65 ribu. Berbagai pilihan menu tersedia, mulai dari steak, pasta, hingga hidangan lainnya yang disesuaikan dengan selera masyarakat.
Salah satu menu favorit pelanggan adalah steak sirloin dan tenderloin yang disajikan dengan kualitas bahan yang baik namun tetap dibanderol dengan harga yang ramah di kantong. Konsep tersebut dihadirkan untuk menghapus anggapan bahwa menikmati steak harus selalu identik dengan harga mahal.
Pemilik Warung (Owner) Oregano, Rendy, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pengalaman menikmati hidangan ala restoran tanpa harus menguras isi dompet.
"Kami ingin menyajikan makanan yang memiliki karakter dan dapat dinikmati oleh semua kalangan. Harapannya, masyarakat bisa menikmati menu berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau," ujarnya saat ditemui di sela melayani pelanggan, Jumat (3/7/2026).
Tidak hanya bergerak di bidang kuliner, Warung Oregano juga mengembangkan konsep teaching factory. Melalui konsep tersebut, tempat usaha ini menjadi lokasi praktik langsung bagi peserta didik Victory Madiun, lembaga pelatihan yang telah berdiri selama empat tahun.
Menurut Rendy, konsep tersebut dirancang agar para peserta didik memperoleh pengalaman kerja nyata sebelum terjun ke dunia usaha maupun industri.
"Tempat ini menjadi lahan praktik bagi anak-anak didik kami. Mereka belajar langsung menghadapi pelanggan, mengolah makanan, hingga memahami ritme kerja di dunia kuliner, sehingga tidak hanya memperoleh teori di kelas," jelasnya.
Lebih jauh, ia menambahkan, nama "Oregano" dipilih karena terinspirasi dari tanaman herbal yang banyak digunakan dalam masakan Italia dan berbagai hidangan khas Eropa. Nama tersebut sekaligus mencerminkan identitas dan konsep kuliner yang diusung.
Selain terus mengembangkan usahanya, Rendy berharap pelaku UMKM di Kota Madiun tetap optimistis menghadapi persaingan. Menurutnya, kompetisi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan menjadi motivasi untuk terus belajar dan berinovasi.
"UMKM harus tetap semangat, terus belajar, saling berbagi pengalaman, dan menambah wawasan agar bisa tumbuh dan berkembang bersama," tandasnya. Yw
Editor : Redaksi