JAKARTA- Sejumlah pengguna Instagram mengeluhkan dugaan pembatasan konten yang membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Salah satu yang mengalaminya adalah Influencer Alwi Johan Yogatama, yang mengaku videonya menampilkan kondisi langit berkabut kuning di Kalimantan dihapus oleh Instagram.
Alwi mengatakan kontennya tidak secara langsung mengkritik pemerintah, melainkan memperlihatkan kondisi yang terjadi di lapangan.
Ia juga mengaku jumlah penonton Instagram Story miliknya turun drastis. Keluhan serupa disampaikan pengguna lain, termasuk Intan dan Farida, yang menyebut jumlah penonton unggahan mereka merosot setelah aktif membahas karhutla.
Organisasi masyarakat sipil di bidang hak digital, Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), turut menerima laporan serupa. SAFEnet menilai penghapusan konten secara paksa dan pembatasan jangkauan informasi tertentu dapat mengancam kebebasan berekspresi.
Mereka mengajak masyarakat tetap menyuarakan kondisi warga yang terdampak karhutla dan menunjukkan solidaritas.
Media telah meminta konfirmasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital mengenai dugaan pembatasan tersebut. Namun, hingga berita diterbitkan pada 17 Oktober 2026, pihak kementerian belum memberikan tanggapan. Karena itu, dugaan adanya pembatasan terhadap konten karhutla masih memerlukan penjelasan dan verifikasi lebih lanjut.ki
Editor : Redaksi