PONOROGO-Ombudsman Republik Indonesia melakukan Inspeksi Mendadak ( Sidak) ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo, Rabu (14/10/2026).
Sejumlah tim Ombudsman-RI yang dipimpin Anggota Ombudsman-RI periode 2026-2031, Radian Syam, melakukan peninjauan langsung terhadap penyelenggaraan layanan di gedung sementara SR Terintegrasi 5 Ponorogo yang berada Kawasan Sentra Industri Tambakbayan Kota Ponorogo tersebut. Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dan sejumlah pejabat Eselon 2 Pemkab Ponorogo tampak ikut dalam sidak Ombudsman-RI ini.
Baca juga: Kantor ATR/BPN Ponorogo Dilaporkan ke Ombudsman-RI, Buntut Dua Bulan SKPT Tak Digubris
Anggota Ombudsman RI, Radian Syam mengatakan, pemantauan yang dilakukan di Ponorogo bertujuan mengetahui perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat sekaligus mengidentifikasi kendala yang perlu diselesaikan pemerintah pusat.
“Kalau misalkan memang ada kendala, ya kami bisa ketahui kendalanya di mana, biar paling tidak kami bisa memberikan rekomendasi kepada kementerian terkait untuk segera diselesaikan kendala-kendala tersebut,” kata Radian.
Radian mengaku, berdasarkan hasil pemantauan, belum ditemukan kendala berarti dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Ponorogo. Namun, pihaknya akan menyampaikan kepada kementerian terkait agar pembangunan fasilitas permanen dapat dipercepat, terutama kepada Kementerian Sosial.
“Untuk di Ponorogo nanti kami akan coba sampaikan ke kementerian terkait untuk setidaknya dipercepat proses pembangunannya, biar yang dititipkan di Madiun itu juga bisa segera dipindahkan ke Ponorogo,” ujarnya.
Baca juga: Viral! Lapas Cibinong, Bagian Dalamnya seperti Istana Mewah, Ada AC, Kulkas hingga Mobil Alphard
Selain pembangunan gedung, Radian menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan program kewirausahaan yang telah berjalan di Sekolah Rakyat Ponorogo. Menurut dia, keterampilan yang diperoleh siswa perlu terus dikembangkan, termasuk setelah mereka menempati gedung permanen.
Program kewirausahaan tersebut sejalan dengan pembelajaran praktik yang diterapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo. Dingin dari pantauan Ombudsman-RI, siswa SR Terintegrasi 5 Ponorogo tidak hanya mendapatkan pendidikan formal di kelas, namun juga belajar berkebun, mengembangkan budidaya ayam petelur, serta mengelola budidaya ikan air tawar. Mereka juga dikenalkan pada proses produksi hingga pemasaran hasil usaha.
“Harapannya jangan berhenti sampai di sini. Artinya, anak-anak juga punya keahlian itu harus kita kembangkan,” kata Radian.
Baca juga: Viral! Lapas Cibinong, Bagian Dalamnya seperti Istana Mewah, Ada AC, Kulkas Hingga Alphard
Ia berharap program tersebut tetap dipertahankan ketika Sekolah Rakyat menempati gedung permanen. Dengan begitu, siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat dikembangkan sebagai bekal kemandirian pada masa depan.
“ Harapan kami gedung permanen bisa terealisasi tahun depan. Dan ada lahan juga yang disediakan untuk melanjutkan program ini di bangunan sekolah permanen nantinya,” harapnya.znl
Editor : Redaksi