KONI Kota Batu Super Cup U-10 dan U-12: Menempa Mental, Disiplin, dan Calon Bintang Sepak Bola Indonesia

mediarealita.co
Wakil Ketua Umum KONI Kota Batu, Sinal Abidin didampingi anggota KONI Gaib sampurno saat memberikan sambutan di depan atlet sepak bola.

BATU- Pembinaan atlet sepak bola sejak usia dini menjadi fokus dalam gelaran KONI Kota Batu Super Cup 2026 kategori U-10 dan U-12 di Lapangan Agro Kusuma, Kota Wisata Batu. 

Kompetisi ini menjadi wadah bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, dan menanamkan sportivitas, yang dibuka secara simbolis oleh perwakilan KONI Kota Batu, Sinal Abidin. Sabtu (10/9/2026) 

Baca juga: Gaib Sampurno Siap Pimpin KONI Kota Batu, Prestasi dan Kesejahteraan Atlet Jadi Taruhan 

Wakil Ketua Umum KONI Kota Batu, Sinal Abidin dalam sambutannya, menekankan bahwa pembinaan pemain muda tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan sikap fair play.

Para pemain diminta bertanding secara sportif, menghormati lawan, tidak saling menyakiti, serta mematuhi arahan pelatih. Kedisiplinan juga harus dibangun sejak dini, termasuk dalam hal ketepatan waktu dan kesungguhan mengikuti latihan maupun pertandingan.

“Harapannya, dari kompetisi ini lahir bibit-bibit pemain sepak bola andal yang kelak bisa memperkuat Timnas Indonesia,” kata Sinal Abidin. 

KONI Kota Batu menyatakan siap mendukung penyelenggaraan kompetisi sepak bola yang lebih besar ke depan. Melalui Batu Super Cup, pembinaan sejak usia dini diharapkan menjadi fondasi lahirnya pemain berkualitas sekaligus membangun generasi pesepak bola yang disiplin, sportif, dan berprestasi.

Ketua Pelaksana Batu Super Cup, David Sitangga dari D2 Karlos, menjelaskan, kategori U-10 diikuti 20 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur. Sementara kategori U-12 dijadwalkan diikuti 24 tim.

" Pertandingan menggunakan sistem grup dengan empat tim di setiap grup. Juara dan runner-up grup berhak melaju ke babak berikutnya. Setiap pertandingan berlangsung dua babak, masing-masing 10 menit," ujar David. 

Menurut David, kompetisi ini digelar untuk memberikan ruang bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) mengembangkan kemampuan pemain melalui persaingan yang sehat. Pemilihan Kota Batu juga didasarkan pada kualitas lapangan yang mendukung pertandingan serta potensi wisata yang bisa dinikmati peserta dan keluarga.

" Panitia menyiapkan piala tetap, piala bergilir, uang pembinaan, medali, dan piagam. Penghargaan individu juga diberikan untuk kategori Best Player, Top Score, Best Goalkeeper, dan Best Coach," pungkasnya. (Ton)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru