PALOPO - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Palopo memperluas aset pendidikan untuk pengembangan SD Muhammadiyah 1 atau SD Mutu Palopo. Tanah dan bangunan senilai Rp1,1 miliar yang berbatasan langsung dengan sekolah itu resmi dibeli pada Jumat, 11 September 2026.
Penambahan aset tersebut dilakukan setelah sekolah menghadapi keterbatasan ruang belajar. Bendahara PDM Kota Palopo, Taslim, M.Pd.I., mengatakan kondisi itu bahkan membuat SD Mutu harus menolak sebagian calon siswa karena ruang kelas yang tersedia tidak lagi mencukupi.
Menurut Taslim, pembelian tanah dan bangunan telah menjadi keputusan bersama pengurus PDM Kota Palopo. Aset baru itu diharapkan memberi ruang bagi pengembangan fasilitas sekolah sekaligus memperbaiki kualitas proses pembelajaran.
“Ketersediaan lahan dan bangunan yang lebih memadai diharapkan dapat mendukung pengembangan fasilitas sekolah, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi peningkatan mutu proses pembelajaran,” ujarnya.
Lokasi aset yang berbatasan langsung dengan kompleks SD Mutu dinilai memungkinkan pengembangan sekolah dilakukan lebih terintegrasi.
Muhammadiyah Palopo menargetkan pengembangan SD Mutu tidak berhenti pada penambahan gedung. Sekolah diarahkan menjadi lembaga pendidikan yang unggul, Islami, dan berkemajuan, dengan pelayanan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan pendidikan pada masa mendatang.
Ketua PDM Kota Palopo Prof. Hadi Pajarianto mengatakan pembelian aset Rp1,1 miliar tersebut tidak lepas dari dukungan dan partisipasi berbagai pihak.
Bagi Hadi, kekuatan utama Muhammadiyah dalam mengembangkan amal usaha pendidikan berada pada semangat kebersamaan. Dukungan warga Muhammadiyah menjadi bagian dari ikhtiar menyiapkan masa depan pendidikan yang lebih baik di Kota Palopo.
Tradisi itu, kata Penasihat PDM Kota Palopo dr. H. Abubakar Malinta, sebenarnya telah berlangsung sejak awal berdirinya SD Muhammadiyah 1 Palopo.
“Dulu SD Muhammadiyah 1 ini dibangun dengan dukungan dari pewakaf serta keluarga besar Muhammadiyah,” kata Abubakar.
Ia mengapresiasi langkah PDM yang kembali melanjutkan tradisi tersebut melalui pengembangan sekolah secara lebih serius.
Belajar dari SD Muhammadiyah Sapen
Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah PDM Kota Palopo, Nasriandi, M.Hum., mengatakan pengembangan SD Mutu diarahkan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih representatif, nyaman, dan berkualitas.
Targetnya bukan semata memperbesar bangunan sekolah, tetapi menyiapkan generasi yang saleh, cerdas, berkarakter, dan berkemajuan.
“Investasi pendidikan ini bukan semata pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk masa depan umat dan bangsa,” ujarnya.
Muhammadiyah Palopo juga berencana meminta SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta mendampingi pengembangan SD Mutu dan SD Muhammadiyah 2 Palopo. Langkah itu diharapkan mempercepat peningkatan kualitas pengelolaan maupun mutu pembelajaran.sm
Editor : Redaksi