NAGEKEO- Baru-baru ini ada momen menarik waktu Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, untuk memimpin rapat penanganan pasca gempa.
Di pertemuan itu, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, cerita langsung ke Pak Presiden soal dampak luar biasa dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya.
Uniknya, efek program ini ternyata melesat jauh dari sekadar urusan perut anak sekolah.
Pak Bupati mengungkapkan kalau MBG nggak cuma bikin anak-anak makin sehat dan rajin masuk sekolah sampai tingkat kehadirannya nyaris 100 persen, tapi ternyata juga sukses menurunkan angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Mungkin banyak yang bingung, apa hubungannya makan bergizi gratis sama KDRT? Ternyata begini ceritanya. Lewat program MBG ini, banyak ibu-ibu di Nagekeo yang akhirnya diberdayakan untuk bekerja di dapur-dapur umum yang menyediakan makanan tersebut. Karena mereka ikut bekerja, otomatis para istri ini jadi punya penghasilan sendiri. Pak Bupati bilang, kalau dulu sering ada keributan di rumah gara-gara istri menuntut uang belanja dan suami lagi nggak ada duit, sekarang suasananya udah beda. Karena perempuan-perempuan di sana sudah punya uang dari hasil kerja di program MBG, pemicu cekcok soal ekonomi rumah tangga jadi jauh berkurang.
Merasakan langsung manfaat ganda tersebut, Bupati Simplisius sampai terang-terangan meminta ke Prabowo agar program MBG di Nagekeo jangan sampai dihentikan, malah kalau bisa cakupannya diperluas. Soalnya, saat ini baru 11 dapur MBG yang beroperasi dari jatah 49 titik yang ada.
Mendengar laporan blak-blakan dari bawahannya itu, Prabowo tampak sangat senang dan mengapresiasi. Dia bahkan memuji sang bupati dan merasa bersyukur masyarakat di sana punya sosok pemimpin yang benar-benar memikirkan kondisi warganya sampai sedetail itu.
Editor : Redaksi