BEKASI -Tim gabungan Opsnal Polres Metro Bekasi Kota membongkar praktik dugaan penimbunan solar subsidi skala besar di Jalan Raya Kranggan Hankam 37A, Jatisampurna, Kota Bekasi, Senin (13/10/2026) siang hingga malam hari.
Gudang yang menjadi lokasi penimbunan berkedok disewakan dengan luas 400 M2, 280 M2, dan 120 M2, serta kost AC dan non-AC dengan mencantumkan nomor kontak 0821-2115-*_ dan 0812-8217-*_.
Pengungkapan berawal dari laporan masyarakat dan kemudian pihak kepolisian langsung melakukan pengintaian intensif yang dilakukan tim di lokasi.
Di dalam gudang, polisi menemukan sejumlah kendaraan yang diduga digunakan untuk aktivitas penimbunan dan distribusi BBM bersubsidi.
Belasan kendaraan yang diamankan di lokasi yakni:
- Avanza hitam B 1208 UOC dan B 1930 KFL
- Toyota Dyna merah H 9535 QG dan B 9271 CXS
- Toyota Dyna biru tua D 8603 VZ
- Toyota Vios putih B 1165 YM
- Mitsubishi 110 Ps kuning B 8988 EA
- Toyota Kijang Innova Reborn hitam B 1744 DYQ
- Truk tangki BBM B 9063 TMy
- Sepeda motor Yamaha merah BK 2609 FLU
- Honda Vario R 6158 AGB dan Honda Verza B 3859 TWF
- Yamaha Matic Soul tanpa nomor polisi
Kapolsek Jatisampurna, Iptu Musanif membenarkan adanya penggerebekan tersebut.
"Iya benar, dari pukul 13.00 WIB sampai malam," ujar Musanif kepada Realita.co, Rabu (14/10/2026).
"Saat ini ditangani oleh pihak Polres Metro Kota Bekasi," tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah nama perusahaan logistik sempat dikaitkan dalam jaringan dugaan distribusi solar subsidi ilegal di beberapa wilayah. Salah satunya PT Sri Karya Lintasindo, anak usaha PT Sri Karya Sukses di bawah Sri Karya Group yang bergerak di bidang transportasi, logistik, dan forwarding dengan kantor pusat di Bintara Jaya, Bekasi Barat. Perusahaan tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan dalam kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Jawa Timur.
Realita.co masih berupaya mengkonfirmasi Polres Metro Bekasi Kota terkait jumlah tersangka maupun total barang bukti solar subsidi yang diamankan. Publik masih menunggu hasil pendalaman terkait pemilik gudang dan alur distribusi BBM tersebut.(a1)
Editor : Redaksi