Terekam CCTV, Anggota Polisi Hajar Istrinya hingga Pingsan

mediarealita.co
Momen saat pelaku menghajar istrinya. Foto: Joee

MANILA- Kepolisian Nasional Filipina pada hari Senin mengatakan pihaknya menanggapi dengan "sangat serius" kasus yang melibatkan seorang petugas polisi di Kota Malolos yang tertangkap kamera CCTV diduga melakukan penyerangan terhadap istrinya.

“Personel yang bersangkutan telah dibebaskan dari jabatannya, ditempatkan di bawah tahanan terbatas, dan dilucuti senjatanya sementara penyelidikan sedang berlangsung,” kata Kepala PNP Jose Melencio Nartatez Jr. dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke DAILY TRIBUNE .

Nartatez menambahkan bahwa proses administratif dan pidana saat ini sedang berlangsung.

“Baik proses administratif maupun pidana saat ini sedang berlangsung dalam koordinasi dengan pihak berwenang terkait untuk memastikan bahwa fakta-fakta ditetapkan secara menyeluruh dan tindakan yang tepat diambil sesuai dengan hukum,” katanya.

Sementara itu, Komisi Kepolisian Nasional telah menindaklanjuti aspek administratif kasus tersebut.

“Dari informasi yang saya kumpulkan, PNP sudah mengetahui masalah ini, dan mereka harus menindaklanjuti aspek kriminal dari kasus ini,” kata Komisioner NAPOLCOM Rafael Calinisan.

" Kami tidak akan membiarkan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan mana pun, atau siapa pun dalam hal ini. Kami akan memastikan keadilan ditegakkan. Ini adalah kasus terbuka " tambah Calinisan.

Petugas polisi tersebut kini berada dalam tahanan menyusul beredarnya video CCTV yang meresahkan yang diduga menunjukkan dirinya menyerang istrinya selama perselesihan di dalam rumah mereka.

Rekaman video tersebut, yang menyebar dengan cepat di media sosial, menunjukkan wanita itu berselisih dengan petugas polisi itu karena diduga mengabaikan panggilan dan pesan-pesannya, serta mempertanyakan ke mana petugas itu pergi. Dia juga menuduh petugas itu mengunjungi wanita lain.

Menurut video tersebut, petugas itu menjawab bahwa dia tampak "lebih bahagia di sana," yang kemudian memicu reaksi fisik dari wanita tersebut dengan memukul wajahnya.

Perselisihan dengan cepat meningkat setelah petugas tersebut diduga meninju kepalanya dan berulang kali memukul tubuh dan dadanya hingga ia jatuh ke lantai sambil menangis kesakitan. Bahkan saat ia tergeletak di lantai, petugas itu terdengar berkata, “Ada CCTV. Kamu yang pertama memukulku…”

Nartatez mengatakan bahwa PNP tetap berkomitmen pada akuntabilitas, profesionalisme, dan “penerapan proses hukum yang adil dan tidak memihak” dalam menangani insiden tersebut.

“Kepolisian Nasional Filipina juga mengimbau masyarakat untuk membiarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan menahan diri dari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat memengaruhi penyelidikan yang sedang berlangsung,” katanya.

Sementara itu, Calinisan mendesak korban untuk secara resmi mengajukan pengaduan kepada komisi tersebut.

“Saya menginstruksikan Direktur Regional dan Kantor Regional NAPOLCOM kami untuk mencari korban, dan mengungkap kebenaran di balik kasus ini. Keadilan akan ditegakkan dengan cepat, sebagaimana mestinya,” katanya.

Rekaman mengerikan itu memicu kemarahan publik yang meluas, terutama karena pelaku merupakan anggota Kepolisian Nasional Filipina, sebuah lembaga yang diamanatkan untuk menegakkan hukum dan melindungi warga negara.

 

 

 

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru