Saat "Ibu Bumi" Menangis di Panggung, Ratusan Siswa SD Santa Maria Surabaya Menjawab Lewat Aksi

Reporter : Redaksi
Penampilan salah satu adegan Drama Musikal Kolaboratif yang dibawakan 350 siswa SD Santa Maria Surabaya di Aula Kampus Santa Maria Surabaya, Sabtu (20/6/2026). Foto: Yudik

SURABAYA – Aula Kampus Santa Maria Surabaya dipenuhi tepuk tangan dan sorak semangat pada Sabtu (20/6/2026). Sebanyak 350 siswa SD Santa Maria Surabaya dari kelas 1 hingga kelas 5 tampil dalam Drama Musikal Kolaboratif bertema "Bumi Terluka, Manusia Bertindak", sebuah pertunjukan yang memadukan drama, musik, tari, gerak, dan seni visual untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan.

Di atas panggung, sosok "Ibu Bumi" digambarkan menangis akibat kerusakan lingkungan yang disebabkan ulah manusia. Namun, kisah itu tidak berhenti pada kesedihan. Melalui berbagai adegan, para siswa menunjukkan bahwa harapan masih ada jika setiap orang mau memulai perubahan dari tindakan-tindakan sederhana.

Kepala SD Santa Maria Surabaya, Yunitha Ike Christyowati, M.Pd, mengatakan drama musikal ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan media pembelajaran yang mengajarkan anak-anak untuk peduli terhadap bumi sejak usia dini.

"Melalui drama musikal, anak-anak diajak memahami bahwa bumi saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan akibat perilaku manusia. Mereka juga memiliki peran untuk turut menjaga bumi," ujar Ike.

Menurutnya, proses latihan selama dua bulan justru menjadi bagian paling berharga. Selama persiapan, para siswa belajar bekerja sama, disiplin, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, berkomunikasi secara efektif, hingga mengembangkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

"Kegiatan ini menjadi salah satu pertunjukan terbesar yang pernah diselenggarakan SD Santa Maria Surabaya karena melibatkan hampir seluruh peserta didik dalam satu karya bersama," katanya.

Melalui cerita yang disajikan, para siswa juga mengajak masyarakat melakukan langkah-langkah sederhana untuk menjaga bumi, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, menghemat air dan listrik, serta merawat lingkungan sekitar.

Bagi SD Santa Maria Surabaya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter sesuai nilai SERVIAM (Aku Mengabdi). Drama musikal ini menjadi salah satu cara sekolah menanamkan nilai tersebut melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Semangat itu juga dirasakan Aji Wijaya Santoso (10), siswa kelas 4A yang berperan sebagai Penduduk Sedih.

"Aku sedih karena banyak bencana alam akibat ulah manusia yang serakah dan tidak peduli lingkungan. Tapi aku senang dan bangga bisa ikut drama musikal ini. Banyak pelajaran yang bisa diambil, terutama tentang mencintai dan menjaga bumi dengan cara yang menyenangkan," tuturnya.

Sementara itu, Callia Mutiara Arifani (11), siswi kelas 5B yang memerankan Ibu Bumi, menjadi simbol ajakan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut menjaga dan melestarikan bumi demi masa depan yang lebih baik.yudhi

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru