JAKARTA- dr Tirta menyuarakan keresahannya terkait ruang kritik terhadap pemerintah yang menurutnya semakin sering mendapat respons negatif oleh pemerintah.
Ia menilai kritik yang disampaikan masyarakat kerap dianggap sebagai bentuk ketidaknasionalisan atau bahkan diposisikan sebagai sikap yang berlawanan dengan pemerintah.
Baca juga: Prabowo Tak Pernah Ajak Dubes saat ke Luar Negeri, Prof Ikrar: Yang Diajak malah Teddy
Menurut dr Tirta, kritik seharusnya dipahami sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan, bukan sebagai bentuk permusuhan.
Ia menyoroti bahwa banyak kritik yang sebenarnya sudah disertai usulan solusi, namun tetap dibalas dengan narasi yang bersifat menyerang dan tidak menyentuh substansi persoalan.
Baca juga: Prabowo Akui Banyak Diejek Orang
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki peran untuk mengawasi jalannya pemerintahan, sementara pejabat publik berkewajiban menjalankan tugasnya dengan baik karena dibiayai oleh pajak yang dibayarkan warga negara. Karena itu, kritik dinilai sebagai bagian penting dari proses demokrasi dan kontrol publik.
dr Tirta menegaskan bahwa penyampaian aspirasi melalui media sosial, demonstrasi, maupun berbagai bentuk partisipasi lainnya merupakan cara masyarakat menggunakan hak konstitusionalnya.
Baca juga: Prabowo Resmikan Museum Marsinah
Ia pun membandingkan dengan profesinya sebagai dokter yang juga tidak lepas dari kritik, yang justru dianggap sebagai masukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan kinerja ke depan.sua
Editor : Redaksi