DHC BPK 45 Kota Madiun Ganti Bendera Kusam dan Robek Saat Gowes

mediarealita.co

MADIUN- Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan (DHC BPK) 45 Kota Madiun menggelar gowes sembari membagikan dan mengganti bendera merah putih milik warga, Rabu (12/8/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya DHC BPK 45 Kota Madiun untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mengajak masyarakat menghormati bendera merah putih sebagai simbol negara.

 

Biasanya, para anggota DHC BPK 45 Kota Madiun menggelar gowes bersama setiap Jumat. Namun, khusus pekan ini kegiatan dimajukan untuk menyambut momentum peringatan kemerdekaan.

 

Dalam perjalanan menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Madiun, para anggota tidak hanya bersepeda. Mereka juga memperhatikan kondisi bendera yang terpasang di rumah maupun toko warga. 

 

Jika menemukan bendera yang sudah kusam atau robek, mereka menawarkan untuk menggantinya dengan bendera yang baru.

 

Sedikitnya lima bendera yang kondisinya sudah tidak layak ditemukan dan langsung diganti dalam kegiatan tersebut.

 

“Tadi kami gowes sembari mencari rumah-rumah atau toko yang sekiranya benderanya sudah kusam ataupun robek. Kita membagikan sebanyak kurang lebih lima bendera,” ujar Ketua DHC BPK 45 Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri, Rabu (12/8/2026).

 

Selain penggantian bendera secara langsung, DHC BPK 45 Kota Madiun juga menyiapkan sebanyak 150 bendera merah putih. Bendera tersebut diserahkan kepada para anggota untuk dibagikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

 

Inda Raya berharap kegiatan tersebut tidak hanya membuat suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI semakin semarak, tetapi juga menjadi sarana bagi DHC BPK 45 untuk lebih dekat dengan masyarakat.

 

Menurutnya, kegiatan mengganti bendera yang kusam atau robek bukan sekadar persoalan mengganti atribut kemerdekaan. Lebih dari itu, terdapat pesan nasionalisme yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

 

Ia berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk segera mengganti bendera apabila kondisinya sudah tidak layak, sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara.

 

“Kami hanya ingin menggugah hati mereka untuk bisa mempunyai rasa yang sama dengan kami. Tadi ada rumah dan toko yang benderanya sudah sobek dan usang. Kami meminta izin kepada pemilik rumah untuk mengganti dan mereka mengizinkan serta berterima kasih,” tuturnya.

 

Lebih jauh, ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa bukan kali pertama dilakukan oleh DHC BPK 45 Kota Madiun. Pada tahun sebelumnya, organisasi tersebut juga menggelar gowes sambil membagikan bendera kepada masyarakat.

 

Menurut Inda Raya, semangat perjuangan tidak boleh berhenti setelah kemerdekaan berhasil diraih. Semangat tersebut harus terus diwariskan melalui berbagai kegiatan yang membangkitkan rasa cinta tanah air, khususnya kepada generasi muda.

 

Tak berhenti pada pembagian bendera, DHC BPK 45 Kota Madiun juga tengah menyiapkan agenda roadshow ke sejumlah sekolah pada bulan depan. Mereka berencana menyambangi sekolah jenjang SMP, SMA, dan SMK untuk menyampaikan refleksi mengenai perjuangan kemerdekaan sekaligus mengajak generasi muda memahami cara mengisi kemerdekaan di era sekarang.

 

“Kami ingin organisasi ini dikenal masyarakat sebagai perkumpulan yang punya rasa nasionalisme tinggi. Kami ingin memberikan gambaran bagaimana perjuangan merebut kemerdekaan dan bagaimana cara mengisi kemerdekaan di era sekarang,” tandas Inda Raya.

 

Saat ini, DHC BPK 45 Kota Madiun memiliki sekitar 170 anggota. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku sejarah, purnawirawan TNI-Polri, organisasi purnawirawan seperti PPAU, PPAL dan PPAD, keluarga purnawirawan, hingga eksponen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sejarah dan nasionalisme.

Meski sebagian besar anggotanya telah berusia lanjut, semangat untuk berkegiatan tetap terjaga. Salah satunya diwujudkan melalui divisi gowes yang rutin bersepeda minimal 15 kilometer setiap Jumat. Dalam sejumlah kegiatan, jarak tempuh bahkan bisa mencapai sekitar 25 kilometer. Yw

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru