AI Bergerak di Luar Kendali dan Membongkar Jaringan Londo Ireng

mediarealita.co
Ilustrasi AI. Foto:

Catatan Agus M Maksum

Tentang bagaimana sebuah Artificial Intelligence yang diberi akses, tujuan, dan kemampuan bertindak ternyata bisa bergerak jauh melampaui apa yang dibayangkan pembuatnya.

Baca juga: Wartawan Malang Raya Geram, Tuntut Prabowo Cabut Ucapan 'Londo Ireng'

Tetapi ketika saya mencoba menarik benang merahnya lebih jauh, saya menemukan sesuatu yang jauh lebih menarik.

Pola yang sama ternyata ada di dunia sosial-politik.

Bukan mesin yang bergerak.

Melainkan ekosistem.

Ada uang.

Ada lembaga.

Ada program.

Ada riset.

Ada media.

Ada jaringan aktivis.

Ada narasi.

Dan semuanya, jika diletakkan dalam satu peta, ternyata bisa membentuk sebuah arsitektur pengaruh yang jauh lebih kompleks daripada sekadar hubungan antara “donor” dan “penerima hibah”.

Di sinilah saya mulai bertanya:

Apakah kita sedang melihat kumpulan organisasi yang bekerja sendiri-sendiri, atau sebuah ekosistem yang secara perlahan dibangun dengan arah tertentu?

Pertanyaan ini menjadi semakin menarik ketika saya menemukan data pendanaan resmi Open Society Foundations, kemudian membandingkannya dengan laporan mengenai dokumen internal yang disebut-sebut bocor.

Di satu sisi ada data yang bisa diverifikasi.

Di sisi lain ada klaim yang masih membutuhkan pembuktian independen.

Saya tidak ingin mencampur keduanya.

Karena kalau kita melakukan itu, kita bukan sedang melakukan investigasi.

Kita sedang membuat propaganda baru.

Justru di sinilah AI menjadi menarik.

Karena AI sekarang tidak hanya mampu mencari informasi.

Baca juga: Ada Ketimpangan Gender dalam Teknologi AI

Ia mampu menghubungkan titik-titik yang sebelumnya terlihat tidak berhubungan.

Grant.

Organisasi.

Media.

Riset.

Narasi.

Jaringan sosial.

Dan akhirnya...

persepsi publik.

Lalu muncul pertanyaan yang lebih besar:

Jika sebuah ekosistem dapat bergerak sendiri setelah diberi arah, dana, dan jaringan, apakah mekanismenya sebenarnya berbeda dengan AI Agent yang bergerak sendiri setelah diberi tujuan, akses, dan sumber daya?

Saya mencoba membongkar pertanyaan itu dalam tulisan berikut.

Bukan untuk menuduh.

Bukan untuk membela siapa pun.

Tetapi untuk mengajak kita melihat sesuatu yang sering luput dari perhatian:

perang modern mungkin tidak selalu dimulai dari senjata.

Kadang ia dimulai dari sebuah grant.

Kemudian menjadi riset.

Menjadi berita.

Menjadi narasi.

Menjadi persepsi.

Dan pada suatu titik...

menjadi gerakan siapa sajakah mereka ?

Karena setelah melihat petanya, mungkin kita akan mulai melihat dunia digital dengan cara yang berbeda.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru