JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan ucapan selamat kepada Nanik Sudaryati Deyang atas amanah barunya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Fawait berharap kepemimpinan baru di lembaga tersebut mampu mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperluas manfaatnya hingga ke pelosok desa.
Baca juga: 48 Armada untuk Koperasi Merah Putih, Jember Bidik Ekonomi Desa yang Mandiri dan Berdaya Saing
Menurut Gus Fawait, BGN memegang peran strategis dalam menyukseskan program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga diharapkan menjadi instrumen pemerataan ekonomi di daerah.
Gus Fawait menilai Nanik bukan sosok baru dalam pelaksanaan MBG. Selama ini, kata dia, Nanik dikenal aktif mengawal pelaksanaan program, terutama memastikan dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, saya mengucapkan selamat kepada Ibu Nanik Sudaryati Deyang atas amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Saya yakin beliau memiliki integritas dan pengalaman yang baik untuk mengawal program ini agar semakin optimal," ujar Fawait.
Bagi Kabupaten Jember, keberhasilan program MBG memiliki arti yang sangat penting. Selain berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik, program tersebut juga diyakini mampu menciptakan efek ekonomi yang besar bagi masyarakat.
Menurut Fawait, kebutuhan bahan pangan untuk mendukung operasional SPPG membuka peluang pasar baru bagi petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa distribusi di daerah. Dengan demikian, anggaran negara yang dialokasikan untuk program MBG dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat bawah.
Ia menegaskan bahwa manfaat MBG tidak boleh hanya diukur dari jumlah penerima makanan bergizi, tetapi juga dari dampaknya terhadap penguatan ekonomi rakyat di daerah.
Baca juga: Jember Pertahankan Opini WTP 2025, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan
"MBG bukan hanya soal makanan bergizi. Bagi kami di daerah, program ini juga menjadi instrumen penguatan ekonomi rakyat karena melibatkan banyak sektor usaha dan hasil produksi masyarakat," katanya.
Pemkab Jember memperkirakan kebutuhan dapur SPPG di wilayahnya dapat mencapai lebih dari 400 unit. Jika seluruh dapur tersebut beroperasi secara penuh, perputaran ekonomi yang tercipta dari program MBG diproyeksikan mencapai sekitar Rp4,6 triliun per tahun.
Nilai tersebut berasal dari kebutuhan bahan baku pangan, distribusi logistik, penyerapan tenaga kerja, hingga keterlibatan berbagai pelaku usaha lokal yang menjadi bagian dari rantai pasok program MBG. Kehadiran ratusan dapur SPPG juga diyakini akan menciptakan peluang usaha baru sekaligus memperkuat rantai ekonomi lokal.
Fawait menyebut dampak ekonomi program itu mulai terlihat pada sejumlah komoditas pertanian. Salah satu yang paling menonjol adalah jeruk yang menjadi komoditas unggulan masyarakat di wilayah barat Jember. Ia mengungkapkan harga jeruk yang sebelumnya hanya berkisar Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram kini meningkat menjadi sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram.
"Ketika hasil pertanian terserap dengan harga yang baik, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan petani. Buruh tani ikut merasakan dampaknya, begitu juga pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai distribusi dan perdagangan," ujarnya.
Kenaikan harga komoditas tersebut dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendorong perputaran ekonomi di pedesaan. Karena itu, Pemkab Jember menyatakan siap memperkuat sinergi dengan BGN agar manfaat program MBG semakin luas dirasakan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Jember juga berkomitmen mendukung perluasan jangkauan penerima manfaat program, khususnya bagi kelompok yang menjadi prioritas pemerintah seperti anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
"Kami siap bersinergi dengan BGN di bawah kepemimpinan Ibu Nanik untuk memastikan program ini berjalan sesuai amanah Presiden, baik dalam pemenuhan gizi masyarakat maupun dalam mengangkat kesejahteraan petani, UMKM, dan masyarakat desa. Kami optimistis manfaatnya akan semakin besar bagi Jember ke depan," pungkas Fawait.
Editor : Redaksi